RANTAU BAYUR,OS – Para petani di Desa Pagar Bulan,Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin mengeluh soal harga sewa Alat dan mesin pertanian (Alsintan) serta biaya admitarasi pengambilan bibit padi bantuan dari pemerintah sebesar Rp 5000 per kampil yang terkesan dijadikan ladang bisnis.
Pasalnya,sejumlah warga membeberkan penetapan biaya sewa mesin Alsintan maupun Administrasi pengambilan bibit padi bantuan petani yang merupakan keperuntukan program pemerintah yakni Optimalisasi Lahan (OPLAH) tersebut tidak pernah dimusyawarahkan dengan anggota kelompok tani.
Selain daripada itu warga juga melihat bahwa Alsintan jenis tractors bantuan untuk petani desa setempat sudah di sewa pakaikan kepada desa lain, sementara petani didesa Pagar Bulan sendiri masi memerlukan alat tersebut.
“Sejauh ini kami sebagai anggota kelompok tani tidak pernah diajak musyawarah,sehingga penetapan harga pakai Alat dan Administrasi pengambilan bibit padi tersebut membuat kami keberatan.”ujar “KR”
Kami juga melihat Alsintan jenis tractors yang berada di dusun 2 Desa Pagar Bulan,disewa pakaikan oleh pengurus kepada desa tetangga,sementara kami selaku penerima bantuan masi memmerluakan alat tersebut”sambung nya.Sabtu(16,5,25)
Ironisya lagi,menurut Kepala Desa Pagar Bulan Kurnaidi,sejauh ini,dia selaku pemerintah desa tidak pernah dilibatkan oleh pengurus pertanian didesa nya.
Yang mana diketahui seharusnya antara Pemerintah desa dengan Petani dalam hal ini Gapoktan harus saling berkordinasi untuk kemajuan petani diwilayahnya.
“Selaku pemerintah desa saya tidak pernah di undang atau di ajak berkordinasi terkait pertanian di desa saya,jadi saya tidak bisa merespon keluhan masyarakat saya.” Keluh nya.
Sementara itu Kordinator Pertanian Kecamatan Rantau Bayur Andi Aswan ketika di konfirmasi melalui sambungan telepon seluler dan pia WhatsApp menjelaskan bahwa sudah memberikan arahan kepada pengurus pertanian desa Pagar Bulan untuk menampung aspirasi masyarakat dan mempertimbangkannya dengan cara bermusyawarah,terkait administrasi pengambilan bibit padi selagi wajar menurut nya tidak masalah.
“Masalah Admitarasi Rp 5000/kampil saya rasa wajar,itu untuk biaya upah angkat,terus terang kalau saya tidak kuat untuk mengangkat sendiri”,terang nya.
Masi kata Andi Aswan,”Itulaa beda kita di pasang surut
kalu di pasang surut malahan kelompok yg terima kasih dg cara tidak kedengaran timbul masalah baik bentuk uang maupun yg lainnya, kalau dinpintainpengurus lima ribu baee di masalah kan didinas akan tertawa, ngekuarke duet 5 rb baee sayang, beli paket 100 rb sebulan baee tahan”tulisnya di WhatsApp miliknya.
Masyarakat pertanian desa Pagar Bulan meminta Dinas Pertanian Kabupaten Banyuasin untuk dapat meresfon keluhannya serta segera melakukan investigasi, andaikata ada ditemukan penyalahgunaan wewenang oleh pegurus pertanian dilapangan untuk dapat menindak dan meng evaluasinya. (Red)













